Heat Treatment untuk Buah dan Sayuran
Perlakuan panas pada pasca panen buah dan sayuran dapat membunuh serangga dan cendawan, perlakuan panas juga dapat mengurangi dampak chiling injury. Perlakuan panas dilakukan untuk penanganan pasca panen untuk produk pertanian sebagai alternatif pengganti bahan kimia dalam usaha disinfektan serangga, mengontrol hama penyakit dan memelihara kualitas buah selama penyimpanan (Paul dan Chen, 2000). Menurut Lurie 1998, perlakuan panas pada pasca panen buah dan sayuran dapat mengontrol hama serangga, dapat mencegah pembusukan oleh kapang dan mempengaruhi kematangan komoditas.
Ferguson 2000, menyatakan bahwa perlakuan panas digunakan untuk penanganan pasca panen produk pertanian sebagai alternatif pengganti bahan kimia. Disinfektan dengan perlakuan panas pada suhu 45oC selama 42 menit dapat menghilangkan spora di permukaan, mengurangi viabilitas spora penicilium dan colletotricum dan tidak merusak lapisan lilin ataupun kualitas buah (Williams, 1994).
Metode pencelupan dengan air panas lebih efisien sebagai wadah pemindah panas dari pada udara panas atau semprotan air panas sebab dapat menghantarkan panas dari pada udara panas atau semprotan air panas sebab dapat menhantarkan panas dari air yang bersuhu tinggi keseluruh bahan secara total bukan hanya pada permukaan saja. Waktu pencelupan dapat dilakukan 1 jam atau lebih dengan suhu dibawah 50oC. Sedangkan khusus untuk pencegahan kebusukan akibat jamur dapat dilakukan dalam hitungan menit dan suhu diatas 50oC. Sedangkan khusus untuk pencegahan kebusukan akibat jamur dapat dilakukan dalam hitungan menit dan suhu diatas 50oC (Lurie, 1998).
Perlakuan panas dapat dilakukan dengan metode pencelupan dalam air panas (Hot Water Dips), teknik penyikatan dengan air panas (Hot Water Brushing Techniques), perlakuan dengan udara panas (Hot Air Treatment), dan metode uap (Vapor Heat Treatment) (Ferguson et al., 2000).
Secara normal tanaman tidak akan rusak pada perlakuan panas pada suhu 42-60oC, namun banyak faktor yang mempengaruhinya seperti kematangan, jenis, ukuran buah dan karakteristik morfologinya serta lamanya perlakuan (Paul dan Chen, 2000). Suhu dan waktu adalah dua hal penting yang harus diperhatikan untuk membunuh hama-hama tanpa menyebabkan kerusakan. Disinfektan dengan perlakuan panas (suhu 45oC selama 20 menit) dapat menghilangkan spora di permukaan, mengurangi viabilitas spora Penicillum dan Colletotricum dan tidak erusak lapisan lilin ataupun kualitas buah (William et al., 1994 dalam Salasa 2005). Perlakuan panas dengan uap panas untuk buah-buahan dan sayuran menggunakan suhu 40-50oC sudah dapat membunuh telur serangga yang terinfestasi pada buah atau sayuran. Toleransi panas sangat bermacam-macam untuk setiap bahan pangan, oleh karena itu perlu dicari waktu dan suhu yang tepat untuk setiap jenis bahan pangan (Jacobi dan Wong, 1992). Sedangkan pada paprika perlakuan panas dengan metode Hot Water Treatment memberikan hasil yang terbaik pada pencelupan suhu 46oC selama 45 menit (Elpodesy, 2004).