Arsip untukApril, 2008

Indofood Riset Nugraha (IRN) 2008

PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (Indofood) kembali mengundang para akademisi bersama bergandeng tangan untuk mengambil langkah konkret mencari solusi yang mengancam bangsa kita saat ini, yaitu krisis pangan. Salah satu langkah strategis adalah mencermati masalah ini secara obyektif dan ilmiah melalui riset-riset yang berbobot dalam program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2008. Indofood Riset Nugraha (IRN) adalah Program Bantuan Dana Riset bagi kalangan akademisi/perguruan tinggi dan atau para peneliti baik dari kalangan perguruan tinggi maupun non-perguruan tinggi.

Indofood Riset Nugraha (IRN) merupakan kelanjutan dari program Bogasari Nugraha yang telah berlangsung sejak tahun 1998. Melalui Indofood Riset Nugraha, Indofood memberikan bantuan dana penelitian kepada kalangan akademisi baik mahasiswa maupun dosen berbagai strata dari perguruan tinggi negeri & swasta di seluruh Indonesia.

Tujuan Indofood Riset Nugraha:
• Meningkatkan antusiasme riset di kalagan akademisi/peguruan tinggi di Indonesia , khususnya di seputar bidang pangan
• Menunjang peluang dan upaya penerapan hasil riset akademis di sektor industri
• Ikut berkontribusi dalam upaya peningkatan daya saing industri pangan nasional
• Ikut berpartisipasi dalam pembangunan ketahanan pangan nasional

Tahun 2008 Indofood Riset Nugraha kembali meluncurkan Program Bantuan Dana Penelitian dengan tema “PENGANEKARAGAMAN PANGAN BERBASIS SEPULUH KOMODITI UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAN PERBAIKAN GIZI”

Fokus penelitian Indofood Riset Nugraha tahun 2008 cukup menantang peserta program karena terarah pada 10(sepuluh) komoditi pangan sesuai tema kegiatan, yaitu:
1. Gandum / Terigu (Triticum sp.)
2. Jagung (Zea mays)
3. Pisang (Musa sp.)
4. Singkong (Manihot sp.)
5. Ubi Jalar (Ipomoea sp.)
6. Kelapa Sawit (Elaeis sp.)
7. Sagu (Metroxylon sp.)
8. Garut (Marantha sp.)
9. Kentang (Solanum sp.)
10. Kedelai (Glycine spp.)

Sedangkan cakupan bidang penelitian pada tahun 2008 yang disediakan bagi peserta program, terdiri atas 4(empat) bidang cakupan dengan pelbagai pilihan topik penelitian, masing-masing :

1. Bidang Teknologi & Produksi
Topik Pilihan :
a. Pengembangan mesin-mesin produksi pangan berbasis 10 komoditi untuk industri kecil dan menengah
b. Pengembangan teknologi dan produksi pangan berbasis 10 komoditi
c. Pengembangan alat dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi
d. Pengembangan budidaya dan teknologi pasca panen berbasis 10 komoditi.

2. Bidang Kesehatan & Gizi Masyarakat
Topik Pilihan :
a. Pengembangan alternatif pengawet, pewarna dan penguat rasa yang aman dari komoditas lokal.
b. Fortisifikasi Pangan.
c. Pengembangan produk kaya protein.

3. Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya
Topik Pilihan :
a. Pola distribusi dan pemasaran pangan berbasis 10 komoditi.
b. Kelembagaan formal dan non formal penganekaragaman pangan.
c. Penanganan limbah industri pangan
d. Pemanfaatan produk samping industri pangan.

4. Bidang Penelitian Lain
Topik pilihan :
a. Pemuliaan gandum hasil penelitian sebelumnya di Indonesia agar memenuhi standar kualitas untuk produksi roti dan mie
b. Pengembangan teknologi modifikasi pati dari sepuluh sumber komoditi untuk memperbaiki kualitas mie dan bihun.
c. Karakteristik nilai gizi dan daya cerna dari sepuluh komoditi
d. Pengembangan teknik analisis tocotrienol dalam kelapa sawit dan pengaruh proses pemurnian minyak terhadap kandungan tocotrienol tersebut
e. Pengaruh pemanfaatan berbagai jenis gula untuk pembuatan kecap

Program IRN 2008 terbuka bagi:
• Mahasiswa perorangan dari berbagai strata dalam rangka tugas akhir studi
• Kelompok Mahasiswa dari berbagai strata (3-5 orang dengan Dosen Pembimbing)
• Dosen & Peneliti perorang atau kelompok (3-5 orang)

Persyaratan:
• Jangka waktu penelitian maksimum 1 (satu) tahun.
• Penelitian dilakukan di dalam wilayah Republik Indonesia .
• Bagi mahasiswa perorangan, penelitian dilakukan dalam rangka menyelesaikan tugas akhir (skripsi/tesis/disertasi).
• Untuk kategori Kelompok Mahasiswa, mereka harus bernaung di bawah institusi kemahasiswaan/Jurusan/Pusat Penelitian.
• Untuk kategori Dosen dan Peneliti, kepersertaannya harus didukung dengan surat keterangan dari departemen/ fakultas atau lembaga penelitian yang menaunginya.
• Harus menyertakan riwayat hidup lengkap Peneliti dan anggotanya (bagi kelompok) serta mencantumkan NPM/NIM/NIP, alamat lengkap (termasuk telp, HP, faksimili dan email).
• Peserta mahasiswa perorangan dan kelompok mahasiswa harus juga menyertakan transkrip nilai terakhir, serta riwayat hidup dan data diri dosen pembimbingnya.

Batas Waktu Pengajuan Proposal:
Pengurus IRN telah menetapkan tanggal 30 Juni 2008 sebagai batas waktu penerimaan proposal dari peserta.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran kepesertaan pada Indofood Riset Nugraha dan pengajuan Proposal Penelitian baik secara perorangan maupun kelompok dilakukan secara online di www.indofood.co.id

hayu-hayu..teman-teman yang mau ikutan..

Dramaga,hari ini..

 

aduwhhh..sepertinya judul tulisan ini engga cocok dengan gambar yang terpampang,hehehe..engga ada maksud apa2 kok..iseng ajah..neeh neng ana gi bw lepi tersayangnya ke perpus  LSI IPB dengan niat mengolah data penelitian..owh tapi mengapa..yang ada malah ngenet..hwehehe..apalah daya aku hanya seorang manusia, qiqiqi..ga nyambung bangetttt..^_^..owyah ana lagi suka naruto neeeh..walo baru suka juga ci,,telattt bgt..lucu juga kartun nyah yang di tipi..lumayan lah bisa bikin senyum2 plus ketawa melepas lelah abis nge-lab seharian..lagi-lagi bogor panasss…gerah..di perpus ini juga sepertinya AC nya tak kenceng2 amat…mmmm..pasti mendukung aksi anti global warming..=)..sebenarnya mau ke lab lagi neeh..tapi..mau nyari gambar2 naruto dulu ach..hehehe..aduwh kq heboh sendiri ci..

Worldnomad’s Travel Writing Scholarship 2008

Applications close: May 25, 2008

World Nomads will send one exceptional student to participate on an
i-to-i volunteer project
ml> in the tsunami devastated region of Sri Lanka. Staying in the small
coastal village of Kosgoda, 70kms south of Colombo, you will live
amongst the local people, working on various neighbourhood projects to
help rebuild their community.

As part of this assignment, you will receive mentorship from Sydney
Morning Herald journalist and travel writer Keith Austin, who will
provide assistance via telephone/internet with story development,
scripting and final editing.

You will be staying in Kosgoda with a local family for two weeks,
immersing yourself in the local culture. To help you create your own
unique story, the scholarship recipient will receive a new Lenovo
Ideapad Y-510
laptop computer.

Once you have returned home, you’ll write, edit and a create a feature
article based on your experience in Sri Lanka which will be reviewed and
considered for publication by the Sydney Morning Herald
,
Australia’s pre-eminent newspaper, both printed and on-line - giving you
the chance to have your story read by thousands of travellers world
wide!

The Scholarship also includes airfares from your nearest international
airport, i-to-i program costs, travel vaccinations, visa costs and per
diems.
What you’ll be doing
* We’ll fly you in from your country of residence to Sri Lanka. You’ll
need to be available between July 6th and July 19th 2008.

* Prior to leaving, you will be mentored by journalist Keith Austin to
guide you in how to approach your story.

* In Sri Lanka, you will live amongst the local people of Kosgoda,
volunteering to help restore their community whilst interviewing people
and seeking out your story.

* You will need to keep a daily diary about your time on the trip and
upload this to a World Nomads travel journal, including pictures you’ve
taken.

* On your return you will receive further mentoring from Keith Austin to
assist in editing togther your feature story. You will then submit your
story to the Sydney Morning Herald for possible publication, and on the
World Nomads websites within one month of your return.

* Most of all, you’ll be experiencing what it’s like to be a journalist
in a remote location in one the most beautiful and friendly countries in
the world!
Who can apply
* To be eligible you have to be currently enrolled and actively studying
at a recognised educational tertiary institution and speak and write
fluent english.

* Minimum age 18.

* You should be an exceptional writer with a lust for adventure,
ambition to grow your journalism/writing skills and desire to help less
fortunate communities in the world.
Apply now

If you want it, you’ve got to show it. To apply you need to:

1. Craft a 500 words(or less) travel focused essay in English around the
theme ‘An unforgettable adventure’. It’s up to you to convince our
judging panel through your writing that you have the spirit of adventure
and passion for travel journalism to be chosen for this scholarship. We
will be looking for;

• originality
• clarity of ideas
• excellent writing
• ability to source and tell a compelling story.

2. Complete an entry form which includes contact and educational
institution details and a 300 words (or less) essay on why you should be
chosen. Copy and paste the ‘An unforgettable adventure’ travel story
into the entry form.

3. The recipient of the Scholarship, along with the best entries will be
published on the World Nomads wesbite on June 1, 2008.

Applications close midnight (Australian Eastern Standard time), May 25,
2008.

Pelilinan Produk Hortikultura

Seperti buah-buahan dan sayuran lainnya, alpukat mempunyai selaput lilin alami di permukaan luar yang sebagian hilang oleh pencucian. Oleh karena itu dibutuhkan lapisan lilin yang diharapkan dapat menggantikan selaput lilin pelindung alami buah yang ada umumnya berkurang selama penanganan pasca panen.

Menurut Pantastico (1986), pelapisan lilin merupakan usaha penundaan kematangan yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura. Pemberian lapisan lilin ini penting juga untuk menutupi luka-luka goressan kecil pada buah. Keuntungan lainnya yang diberikan lapisan lilin ini pada buah adalah dapat memberikan penampilan yang lebih menarik karena memberikan kesan mengkilat pada buah dan menjadikan produk itu menjadikan produk tersebut dapat lebih lama diterima oleh konsumen.

Lapisan lilin berfungsi sebagai lapisan pelindung terhadap kehilangan air yang terlalu banyak dari komoditas akibat penguapan dan mengatur kebutuhan oksigen untuk respirasi, sehingga dapat mengurangi kerusakan buah yang telah dipanen akibat proses respirasi (Roosmani, 1975). Dengan demikian lapisan lilin dapan menekankan respirasi dan transpirasi yang terlalu cepat dari buah-buahan dan sayur-sayuran segar.

 

Tabel 1. Konsentrasi emulsi lilin optimal pada beberapa komoditas hortikultura

Komoditas

Konsentasi lilin optimal (%)

Alpukat

Apel

Cabe

Jeruk

Kentang

Mangga Alphonso

Nanas

Pepaya

Pisang Raja

Wortel

4

8

12

12

12

6

6

6

9

12

Sumber : Balai Hortikultura

Roosmani (1973), menyatakan bahwa lilin akan menutupi sebagian stotamata (pori-pori) buah-buahan dan sayur-sayuran, sehingga dapat mengurangi kehilangan air, memperlambat proses fisiologis, dan mengurangi keaktifan enzim-enzim pernafasan sehingga dapat menunda proses pematangan.

Emulsi lilin yang dapat digunakan sebagai bahan pelapisan lilin harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu tidak mempengaruhi bau dan rasa yang akan dilapisi, mudah kering dan jika kering tidak lengket, tidak mudah pecah, mengkilap dan licin, tidak menghasilkan permukaan yang tebal, mudah diperoleh, murah harganya, dan yang terpenting tidak bersifat racun (Roosmani, 1975).

Pelapisan lilin untuk buah-buahan pada umumnya menggunakan lilin lebah yang dibuat dalam bentuk emulsi lilin dengan konsentrasi 4% sampai dengan 12%. Komposisi dasar lilin 12% dapat dilihat pada Tabel 4. Sedangkan kepekatan emulsi lilin yang ideal untuk buah alukat adalah emulsi lilin 4%. Untuk membuat lapisan lilin 4 % dilakukan pencampuran emulsi lilin 12% dengan 2 bagian air.

 

Tabel 2. Komposisi dasar emulsi lilin 12%

Bahan Dasar

Komposisi

Lilin lebah

Trietanolamin

Asam oleat

Air panas

120 gram

40 gram

20 gram

820 gram

Sumber : Balai Hortikultura, 2002

Lilin adalah ester dari asam lemak berantai panjang dengan alkohol monohidrat berantai panjang atau sterol (Bennett, 1964). Lilin lebah merupakan lilin alami komersial yang merupakan hasil sekresi dari lebah madu (Apis mellifica) atau lebah lainnya. Madu yang diekstrak dengan sentrifusi sisir madunya dapat digunakan lagi, sedangkan yang diekstrak dengan pengepresan mengakibatkan sarang lebah hancur. Sarang yang hancur dapat dijadikan lilin atau dapat dibuat untuk sarang baru. Hasil sisa pengepresan dan sarang yang hancur dicuci dan dikeringkan, kemudian dipanaskan sehingga menjadi lilin atau malam (Winarno, 1981). Lilin ini berwarna putih kekuningan sampai coklat, titik cairnya 62.8-70oC dan bobot jenisnya 0.952-0.975 kg/m3. Lilin lebah banyak digunakan untuk pelilinan komoditas hortikultura karena mudah didapat dan murah (Bernett, 1964).

Lilin karnauba merupakan lilin yang didapat dari pohon palem (Copernica Cerifera). Sedangkan lilin spermaceti adalah lilin yang didapat dari kepala ikan paus (Phesester macrocephalus). Lilin ini banyak digunakan dalam industri obat dan kosmetik (Bernett, 1964 dalam Pantastico 1986).

Emulsi lilin yang dapat digunakan sebagai bahan pelapisan lilin harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu, tidak mempengaruhi bau dan rasa yang akan dilapisi, mudah kering dan jika kering tidak lengket, tidak mudah pecah, mengkilat dan licin, tidak menghasilkan permukaan yang tebal, mudah diperoleh, murah harganya dan yang terpenting tidak bersifat racun (Roosmani, 1973).

Tebal lapisan lilin harus seoptimal mungkin. Jika lapisan terlalu tipis maka usaha dalam menghambatkan respirasi dan transirasi kurang efektif. Jika lapisan terlalu tebal maka kemungkinan hampir semua pori-pori komoditi akan tertutup. Apabila semua pori-pori tertutup maka akan mengakibatkan terjadinya respirasi anaerob, yaitu respirasi yang terjadi tanpa menggunakan O2 sehingga sel melakukan perombakan di dalam tubuh buah itu sendiri yang dapat mengakibatkan proses pembusukan lebih cepat dari keadaan yang normal (Roosmani, 1975). Pemberian lapisan lilin dapat dilakukan dengan penghembusan, penyemprotan, pencelupan (30 detik) atau pengolesan (Pantastico, 1986).