Worldnomad’s Travel Writing Scholarship 2008

Applications close: May 25, 2008

World Nomads will send one exceptional student to participate on an
i-to-i volunteer project
ml> in the tsunami devastated region of Sri Lanka. Staying in the small
coastal village of Kosgoda, 70kms south of Colombo, you will live
amongst the local people, working on various neighbourhood projects to
help rebuild their community.

As part of this assignment, you will receive mentorship from Sydney
Morning Herald journalist and travel writer Keith Austin, who will
provide assistance via telephone/internet with story development,
scripting and final editing.

You will be staying in Kosgoda with a local family for two weeks,
immersing yourself in the local culture. To help you create your own
unique story, the scholarship recipient will receive a new Lenovo
Ideapad Y-510
laptop computer.

Once you have returned home, you’ll write, edit and a create a feature
article based on your experience in Sri Lanka which will be reviewed and
considered for publication by the Sydney Morning Herald
,
Australia’s pre-eminent newspaper, both printed and on-line - giving you
the chance to have your story read by thousands of travellers world
wide!

The Scholarship also includes airfares from your nearest international
airport, i-to-i program costs, travel vaccinations, visa costs and per
diems.
What you’ll be doing
* We’ll fly you in from your country of residence to Sri Lanka. You’ll
need to be available between July 6th and July 19th 2008.

* Prior to leaving, you will be mentored by journalist Keith Austin to
guide you in how to approach your story.

* In Sri Lanka, you will live amongst the local people of Kosgoda,
volunteering to help restore their community whilst interviewing people
and seeking out your story.

* You will need to keep a daily diary about your time on the trip and
upload this to a World Nomads travel journal, including pictures you’ve
taken.

* On your return you will receive further mentoring from Keith Austin to
assist in editing togther your feature story. You will then submit your
story to the Sydney Morning Herald for possible publication, and on the
World Nomads websites within one month of your return.

* Most of all, you’ll be experiencing what it’s like to be a journalist
in a remote location in one the most beautiful and friendly countries in
the world!
Who can apply
* To be eligible you have to be currently enrolled and actively studying
at a recognised educational tertiary institution and speak and write
fluent english.

* Minimum age 18.

* You should be an exceptional writer with a lust for adventure,
ambition to grow your journalism/writing skills and desire to help less
fortunate communities in the world.
Apply now

If you want it, you’ve got to show it. To apply you need to:

1. Craft a 500 words(or less) travel focused essay in English around the
theme ‘An unforgettable adventure’. It’s up to you to convince our
judging panel through your writing that you have the spirit of adventure
and passion for travel journalism to be chosen for this scholarship. We
will be looking for;

• originality
• clarity of ideas
• excellent writing
• ability to source and tell a compelling story.

2. Complete an entry form which includes contact and educational
institution details and a 300 words (or less) essay on why you should be
chosen. Copy and paste the ‘An unforgettable adventure’ travel story
into the entry form.

3. The recipient of the Scholarship, along with the best entries will be
published on the World Nomads wesbite on June 1, 2008.

Applications close midnight (Australian Eastern Standard time), May 25,
2008.

Pelilinan Produk Hortikultura

Seperti buah-buahan dan sayuran lainnya, alpukat mempunyai selaput lilin alami di permukaan luar yang sebagian hilang oleh pencucian. Oleh karena itu dibutuhkan lapisan lilin yang diharapkan dapat menggantikan selaput lilin pelindung alami buah yang ada umumnya berkurang selama penanganan pasca panen.

Menurut Pantastico (1986), pelapisan lilin merupakan usaha penundaan kematangan yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura. Pemberian lapisan lilin ini penting juga untuk menutupi luka-luka goressan kecil pada buah. Keuntungan lainnya yang diberikan lapisan lilin ini pada buah adalah dapat memberikan penampilan yang lebih menarik karena memberikan kesan mengkilat pada buah dan menjadikan produk itu menjadikan produk tersebut dapat lebih lama diterima oleh konsumen.

Lapisan lilin berfungsi sebagai lapisan pelindung terhadap kehilangan air yang terlalu banyak dari komoditas akibat penguapan dan mengatur kebutuhan oksigen untuk respirasi, sehingga dapat mengurangi kerusakan buah yang telah dipanen akibat proses respirasi (Roosmani, 1975). Dengan demikian lapisan lilin dapan menekankan respirasi dan transpirasi yang terlalu cepat dari buah-buahan dan sayur-sayuran segar.

 

Tabel 1. Konsentrasi emulsi lilin optimal pada beberapa komoditas hortikultura

Komoditas

Konsentasi lilin optimal (%)

Alpukat

Apel

Cabe

Jeruk

Kentang

Mangga Alphonso

Nanas

Pepaya

Pisang Raja

Wortel

4

8

12

12

12

6

6

6

9

12

Sumber : Balai Hortikultura

Roosmani (1973), menyatakan bahwa lilin akan menutupi sebagian stotamata (pori-pori) buah-buahan dan sayur-sayuran, sehingga dapat mengurangi kehilangan air, memperlambat proses fisiologis, dan mengurangi keaktifan enzim-enzim pernafasan sehingga dapat menunda proses pematangan.

Emulsi lilin yang dapat digunakan sebagai bahan pelapisan lilin harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu tidak mempengaruhi bau dan rasa yang akan dilapisi, mudah kering dan jika kering tidak lengket, tidak mudah pecah, mengkilap dan licin, tidak menghasilkan permukaan yang tebal, mudah diperoleh, murah harganya, dan yang terpenting tidak bersifat racun (Roosmani, 1975).

Pelapisan lilin untuk buah-buahan pada umumnya menggunakan lilin lebah yang dibuat dalam bentuk emulsi lilin dengan konsentrasi 4% sampai dengan 12%. Komposisi dasar lilin 12% dapat dilihat pada Tabel 4. Sedangkan kepekatan emulsi lilin yang ideal untuk buah alukat adalah emulsi lilin 4%. Untuk membuat lapisan lilin 4 % dilakukan pencampuran emulsi lilin 12% dengan 2 bagian air.

 

Tabel 2. Komposisi dasar emulsi lilin 12%

Bahan Dasar

Komposisi

Lilin lebah

Trietanolamin

Asam oleat

Air panas

120 gram

40 gram

20 gram

820 gram

Sumber : Balai Hortikultura, 2002

Lilin adalah ester dari asam lemak berantai panjang dengan alkohol monohidrat berantai panjang atau sterol (Bennett, 1964). Lilin lebah merupakan lilin alami komersial yang merupakan hasil sekresi dari lebah madu (Apis mellifica) atau lebah lainnya. Madu yang diekstrak dengan sentrifusi sisir madunya dapat digunakan lagi, sedangkan yang diekstrak dengan pengepresan mengakibatkan sarang lebah hancur. Sarang yang hancur dapat dijadikan lilin atau dapat dibuat untuk sarang baru. Hasil sisa pengepresan dan sarang yang hancur dicuci dan dikeringkan, kemudian dipanaskan sehingga menjadi lilin atau malam (Winarno, 1981). Lilin ini berwarna putih kekuningan sampai coklat, titik cairnya 62.8-70oC dan bobot jenisnya 0.952-0.975 kg/m3. Lilin lebah banyak digunakan untuk pelilinan komoditas hortikultura karena mudah didapat dan murah (Bernett, 1964).

Lilin karnauba merupakan lilin yang didapat dari pohon palem (Copernica Cerifera). Sedangkan lilin spermaceti adalah lilin yang didapat dari kepala ikan paus (Phesester macrocephalus). Lilin ini banyak digunakan dalam industri obat dan kosmetik (Bernett, 1964 dalam Pantastico 1986).

Emulsi lilin yang dapat digunakan sebagai bahan pelapisan lilin harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu, tidak mempengaruhi bau dan rasa yang akan dilapisi, mudah kering dan jika kering tidak lengket, tidak mudah pecah, mengkilat dan licin, tidak menghasilkan permukaan yang tebal, mudah diperoleh, murah harganya dan yang terpenting tidak bersifat racun (Roosmani, 1973).

Tebal lapisan lilin harus seoptimal mungkin. Jika lapisan terlalu tipis maka usaha dalam menghambatkan respirasi dan transirasi kurang efektif. Jika lapisan terlalu tebal maka kemungkinan hampir semua pori-pori komoditi akan tertutup. Apabila semua pori-pori tertutup maka akan mengakibatkan terjadinya respirasi anaerob, yaitu respirasi yang terjadi tanpa menggunakan O2 sehingga sel melakukan perombakan di dalam tubuh buah itu sendiri yang dapat mengakibatkan proses pembusukan lebih cepat dari keadaan yang normal (Roosmani, 1975). Pemberian lapisan lilin dapat dilakukan dengan penghembusan, penyemprotan, pencelupan (30 detik) atau pengolesan (Pantastico, 1986).

Anak2 LBP gi Kunjungan ke Alam Indah Nusantara Bogor

anak2 LBP

Seneng dech..liat-liat greenhouse ^_^

Misteri Kematian Setiap Jumat Pagi

Ada kejadian aneh di rumah sakit Perawatan Intensif (ICU) ini dimana
para pasien selalu meninggal di tempat tidur pada kamar yang sama dan selalu pada Jumat pagi tanpa peduli umur, kelamin, kondisi kesehatan mereka ataupun latar belakang kesehatan.

Hal ini sangat membingungkan para dokter dan beberapa bahkan berpikir
bahwa hal ini ada hubungannya dengan supranatural. Mengapa selalu pada hari Jumat dan pada tempat tidur yang sama. Lalu para dokter memutuskan untuk menuntaskan kasus ini dan menyelidiki penyebab dari beberapa kejadian ini…

Begitu tiba hari Jumatnya, semua orang di rumah sakit tersebut dengan
tegang menunggu akankah kejadian buruk itu terulang kembali. Lalu
terbaringlah pasien baru rumah sakit itu Di sana. Beberapa dokter sudah
memegang tasbih, Quran, bible bahkan sebagian lagi memegang salib kayu dan benda-benda suci lainnya untuk menangkal iblis… Sementara sang pasien masih terbaring di sana.

Seiring waktu berputar…… pukul 08:00…. 08:30…. tepat sebelum
Waktu keramat itu tiba …… pintu kamar tersebut terbuka……………

Kemudian masuklah Tukimin…part timer cleaning service untuk hari
Jumat…
Ia langsung mencabut peralatan untuk nafas bantuan dari stop kontaknya
lalu menggantinya dengan vacuum cleaner dan mulai membersihkan ruangan….

KOMPETISI DRAKULA

Ada 3 drakula, mereka bikin kompetisi siapa yang paling kejam dan sadis.

Drakula 1 dapet kesempetan duluan. Tiba-tiba dia lari secepat kilat,terus 2 menit udah balik lagi. Mukanya penuh lumuran darah, seringainya serem. Terus dia ngomong :

Drakula 1 : ” Lu pade liat Desa di seberang bukit itu ? “

Yang dua ngangguk, Drakula 3 dan Drakula 2 :” Iya, liat ” ” Desa itu habiissss !!!!”

Drakula 2 panas juga .. dia juga pergi sekelebat, terus 1 menit udah balik, mukanya juga penuh sama cucuran darah.

Drakula 2 :”Lu liat Kota yang itu ? “, Katanya sambil mukanya nunjukin kalo dia bangga bener.

Drakula 1 dan Drakula 3 : ” Iya, liat “, Sambil ngangguk & geleng-geleng

Drakula 2 : ” Kota itu juga habiiissssss !!! “, katanya sambil ketawa serem,” hua ha ha hah “.

Drakula 3 tambah panas, dia juga pengen show off. Akhirnya dia juga lari sekelebat. Temennya yang dua terperanjat, soalnya dalam waktu 10 detik dianya udah balik, dengan penuh cucuran darah di mukanya .

Temennya yang dua membatin, “Gila ni drakula, sangar amat, ternyata dia yang paling jago”. Sambil ngos-ngosan Drakula 3 teriak,

Drakula 3 : “Lu pade liat nggak Tiang Listrik dipas belokan sana ?”

Drakula 1 & 2 : “Iya, liat!, liat!”

Drakula 3 : ” Sialan, Gua kagak liat !!”.

Para Wakil Naik Pangkat?

Just Joke :

Suatu hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan di negeri lain. Semua orang yang berpangkat WAKIL dinaikkan pangkatnya.

Wakil Presiden jadi Presiden, Wakil Direktur jadi Direktur, Wakil Komandan jadi Komandan, Wakil Gubernur jadi Gubernur, Wakil RT jadi RT, dsb.. dsb..


Yang penting, dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada
dobel posisi, itu bisa diatur pembagian tugasnya. Masalah pembengkakan
anggaran, semua ditanggung oleh negara.


Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk
mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata DPR menolak. Betul-betul menolak
dengan keras. Bahkan sangat keras.


Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan
berubah status dari WAKIL RAKYAT menjadi RAKYAT …?_?

Heat Treatment untuk Buah dan Sayuran

Perlakuan panas pada pasca panen buah dan sayuran dapat membunuh serangga dan cendawan, perlakuan panas juga dapat mengurangi dampak chiling injury. Perlakuan panas dilakukan untuk penanganan pasca panen untuk produk pertanian sebagai alternatif pengganti bahan kimia dalam usaha disinfektan serangga, mengontrol hama penyakit dan memelihara kualitas buah selama penyimpanan (Paul dan Chen, 2000). Menurut Lurie 1998, perlakuan panas pada pasca panen buah dan sayuran dapat mengontrol hama serangga, dapat mencegah pembusukan oleh kapang dan mempengaruhi kematangan komoditas.

Ferguson 2000, menyatakan bahwa perlakuan panas digunakan untuk penanganan pasca panen produk pertanian sebagai alternatif pengganti bahan kimia. Disinfektan dengan perlakuan panas pada suhu 45oC selama 42 menit dapat menghilangkan spora di permukaan, mengurangi viabilitas spora penicilium dan colletotricum dan tidak merusak lapisan lilin ataupun kualitas buah (Williams, 1994).

Metode pencelupan dengan air panas lebih efisien sebagai wadah pemindah panas dari pada udara panas atau semprotan air panas sebab dapat menghantarkan panas dari pada udara panas atau semprotan air panas sebab dapat menhantarkan panas dari air yang bersuhu tinggi keseluruh bahan secara total bukan hanya pada permukaan saja. Waktu pencelupan dapat dilakukan 1 jam atau lebih dengan suhu dibawah 50oC. Sedangkan khusus untuk pencegahan kebusukan akibat jamur dapat dilakukan dalam hitungan menit dan suhu diatas 50oC. Sedangkan khusus untuk pencegahan kebusukan akibat jamur dapat dilakukan dalam hitungan menit dan suhu diatas 50oC (Lurie, 1998).

Perlakuan panas dapat dilakukan dengan metode pencelupan dalam air panas (Hot Water Dips), teknik penyikatan dengan air panas (Hot Water Brushing Techniques), perlakuan dengan udara panas (Hot Air Treatment), dan metode uap (Vapor Heat Treatment) (Ferguson et al., 2000).

Secara normal tanaman tidak akan rusak pada perlakuan panas pada suhu 42-60oC, namun banyak faktor yang mempengaruhinya seperti kematangan, jenis, ukuran buah dan karakteristik morfologinya serta lamanya perlakuan (Paul dan Chen, 2000). Suhu dan waktu adalah dua hal penting yang harus diperhatikan untuk membunuh hama-hama tanpa menyebabkan kerusakan. Disinfektan dengan perlakuan panas (suhu 45oC selama 20 menit) dapat menghilangkan spora di permukaan, mengurangi viabilitas spora Penicillum dan Colletotricum dan tidak erusak lapisan lilin ataupun kualitas buah (William et al., 1994 dalam Salasa 2005). Perlakuan panas dengan uap panas untuk buah-buahan dan sayuran menggunakan suhu 40-50oC sudah dapat membunuh telur serangga yang terinfestasi pada buah atau sayuran. Toleransi panas sangat bermacam-macam untuk setiap bahan pangan, oleh karena itu perlu dicari waktu dan suhu yang tepat untuk setiap jenis bahan pangan (Jacobi dan Wong, 1992). Sedangkan pada paprika perlakuan panas dengan metode Hot Water Treatment memberikan hasil yang terbaik pada pencelupan suhu 46oC selama 45 menit (Elpodesy, 2004).

Kabuki..

Sejarah kabuki dimulai tahun 1603 dengan pertunjukan dramatari yang dibawakan wanita bernama Okuni di kuil Kitano Temmangu, Kyoto. Kemungkinan besar Okuni adalah seorang miko asal kuil Izumo Taisha, tapi mungkin juga seorang kawaramono (sebutan menghina buat orang kasta rendah yang tinggal di tepi sungai). Identitas Okuni yang benar tidak dapat diketahui secara pasti. Tari yang dibawakan Okuni diiringi dengan lagu yang sedang populer. Okuni juga berpakaian mencolok seperti laki-laki dan bertingkah laku tidak wajar seperti orang aneh (”kabukimono”), sehingga lahir suatu bentuk kesenian garda depan (avant garde). Panggung yang dipakai waktu itu adalah panggung Noh. Hanamichi (honhanamichi yang ada di sisi kiri penonton dan karihanamichi yang ada di sisi kanan penonton) di gedung teater Kabuki-za kemungkinan merupakan perkembangan dari Hashigakari (jalan keluar-masuk aktor Noh yang ada di panggung sisi kiri penonton).

Kesenian garda depan yang dibawakan Okuni mendadak sangat populer, sehingga bermunculan banyak sekali kelompok pertunjukan kabuki imitasi. Pertunjukan kabuki yang digelar sekelompok wanita penghibur disebut Onna-kabuki (kabuki wanita), sedangkan kabuki yang dibawakan remaja laki-laki disebut Wakashu-kabuki (kabuki remaja laki-laki). Keshogunan Tokugawa menilai pertunjukan kabuki yang dilakukan kelompok wanita penghibur sudah melanggar batas moral, sehingga di tahun 1629 kabuki wanita penghibur dilarang dipentaskan. Pertunjukan kabuki laki-laki daun muda juga dilarang pada tahun 1652 karena merupakan bentuk pelacuran terselubung. Pertunjukan Yarō kabuki (野郎歌舞伎 kabuki pria?) yang dibawakan seluruhnya oleh pria dewasa diciptakan sebagai reaksi atas dilarangnya Onna-kabuki dan Wakashu-kabuki. Aktor kabuki yang seluruhnya terdiri dari pria dewasa yang juga memainkan peran sebagai wanita melahirkan “konsep baru” dalam dunia estetika. Kesenian Yarō kabuki terus berkembang di zaman Edo dan berlanjut hingga sekarang.

Dalam perkembangannya, kabuki digolongkan menjadi Kabuki-odori (kabuki tarian) dan Kabuki-geki (kabuki sandiwara). Kabuki-odori dipertunjukkan dari masa kabuki masih dibawakan Okuni hingga di masa kepopuleran Wakashu-kabuki, remaja laki-laki menari diiringi lagu yang sedang populer dan konon ada yang disertai dengan akrobat. Selain itu, Kabuki-odori juga bisa berarti pertunjukan yang lebih banyak tarian dan lagu dibandingkan dengan porsi drama yang ditampilkan.

Kabuki-geki merupakan pertunjukan sandiwara yang ditujukan untuk penduduk kota di zaman Edo dan berintikan sandiwara dan tari. Peraturan yang dikeluarkan Keshogunan Edo mewajibkan kelompok kabuki untuk “habis-habisan meniru kyōgen” merupakan salah satu sebab kabuki berubah menjadi pertunjukan sandiwara. Alasannya kabuki yang menampilkan tari sebagai atraksi utama merupakan pelacuran terselubung dan pemerintah harus menjaga moral rakyat. Tema pertunjukan kabuki-geki bisa berupa tokoh sejarah, cerita kehidupan sehari-hari atau kisah peristiwa kejahatan, sehingga kabuki jenis ini juga dikenal sebagai Kabuki kyogen. Kelompok kabuki melakukan apa saja demi memuaskan minat rakyat yang haus hiburan. Kepopuleran kabuki menyebabkan kelompok kabuki bisa memiliki gedung teater khusus kabuki seperti Kabuki-za. Pertunjukan kabuki di gedung khusus memungkinkan pementasan berbagai cerita yang dulunya tidak mungkin dipentaskan.

Di gedung kabuki, cerita yang memerlukan penjelasan tentang berjalannya waktu ditandai dengan pergeseran layar sewaktu terjadi pergantian adegan. Selain itu, di gedung kabuki bisa dibangun bagian panggung bernama hanamichi yang berada melewati di sisi kiri deretan kursi penonton. Hanamichi dilewati aktor kabuki sewaktu muncul dan keluar dari panggung, sehingga dapat menampilan dimensi kedalaman. Kabuki juga berkembang sebagai pertunjukan tiga dimensi dengan berbagai teknik, seperti teknik Séri (bagian panggung yang bisa naik-turun yang memungkinkan aktor muncul perlahan-lahan dari bawah panggung), dan Chūzuri (teknik menggantung aktor dari langit-langit atas panggung untuk menambah dimensi pergerakan ke atas dan ke bawah seperti adegan hantu terbang).

Sampai pertengahan zaman Edo, Kabuki-kyogen kreasi baru banyak diciptakan di daerah Kamigata. Kabuki-kyogen banyak mengambil unsur cerita Ningyo Jōruri yang khas daerah Kamigata. Penulis kabuki asal Edo tidak cuma diam melihat perkembangan pesat kabuki di Kamigata. Tsuruya Namboku banyak menghasilkan banyak karya kreasi baru sekitar zaman zaman Bunka hingga zaman Bunsei. Penulis sandiwara kabuki Kawatake Mokuami juga baru menghasilkan karya-karya barunya di akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji. Sebagai hasilnya, Edo makin berperan sebagai kota budaya dibandingkan Kamigata mulai paruh kedua zaman Edo. Di zaman Edo, Kabuki-kyogen juga disebut sebagai sandiwara (shibai).

Kabuki (歌舞伎) adalah seni teater tradisional khas Jepang. Aktor kabuki terkenal dengan kostum mewah dan tata rias wajah yang mencolok.

Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi. UNESCO juga telah menetapkan kabuki sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia.

Bogor…hari ini begitu panassss…!

Tiga taun lalu sewaktu pertama kali nyampai di bogor…hmmm sejuk dech..(yah walo ga sejuk2 amat ci)..pohon-pohon yang menghijau..rerumputan nan segar..burung-burung berkicau..halah..jadi kemana2..hehe..neeh hari ya tepatnya 3 taun setelah itu..waw..bogor begitu panas..keringatan mulu..mau tengok sawah udah ga ada berganti perumahan, mau tengok jalan,ughhh penuh dengan angkot yang tan tin tun..macettt..tambah panas aja dech..akhirnya kuputuskan saja di depan komputer..ditemani segelas pop ice..dan sekarangggg pop ice nyah udah abiss..panassss…mau pake AC nti bikin global warming..ngelap pake tisu juga sama ajah..jadilah diem aja dech..hehehehe bogor oh bogor..eh tapiiiiiiiiii jangan salah..kalo musim ujan ni ya..bisa tiap detik ujan dech di bogor…cucian ga kering-kering..sepatu jadi jebol kena aer mulu…ughhhh…ga ujan ga panas ngeluh mulu ya???? hehehehe..oh aku hanyalah manusia biasa..hehehe

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Newer entries »